Minggu, 13 Februari 2011

Senin, 30 Agustus 2010

Harga uang kuno.

Di situs internet sering dijumpai iklan jual uang kuno dengan harga yang mahal sekali, misalkan iklan ini:

  1. jual uang koin pecahan 2000 seri WWF tahun 1974 gambar muka sumatra tiger gambarsisi burung garuda, kick off piala dunia 1974 lihat di BI COLECTION Harga: Rp 30 000 000 000
  2. Jual koin Nederlandsch Indie 1/2 cent tahun 1908 & 1945, 1 cent tahun 1945 dan 2 1/2 cent tahun 1945. Harga Rp. 30 000 000

Anggapan orang bahwa semakin tua usia atau semakin besar nominal suatu uang kuno, tentu semakin mahal harganya adalah hal yang sangat salah. Untuk mengetahui berapa harga sekeping uang kuno ada referensis yang bisa dipakai yaitu KATALOG tentang UANG. Dari Katalog tersebut diketahui beberapa hal-hal yang berpengaruh terhadap harga suatu uang kuno. Ada juga beberapa situs yang membahas tentang estimasi harga uang kuno.
Beberapa patokan yang dipakai untuk menilai harga sekeping/selembar uang kuno adalah:

  1. Kondisi
  2. Kelangkaan
  3. Variasi dari uang
  4. Cetakan khusus

1.Kondisi:

Untuk uang Kertas kuno

1. UNC (Uncirculated)
Kondisi uang sangat baik karena tidak pernah digunakan atau hanya beberapa kali digunakan. Uang yang baru masih ada segel plastik dan kertasnya biasanya masuk dalam grade ini. Kondisi uang masih sangat sempurna dengan sudut kertas yang tajam, bersih, cerah, kaku, warna yang cerah, tidak lecek, berkilau, tidak ada sobekan apapun, dll.
2. AU (Almost Uncirculated)
Uang mempunyai kondisi nyaris sempurna seperti baru namun ada sedikit kekurangan seperti adanya lipatan di ujung uang, lipatan halus di tengah uang, tetapi bersih, kaku, cerah, berkilau, sudutnya tajam, bersih, dsb.
3. EF/EX (Extra Fine)
Keadaan uang masih baik dengan kondisi yang kaku, berkilau, dan maksimal ada satu lipatan tajam dan tiga lipatan tipis halus. Sudut uang kertas berbentuk seperti bundar tidak tajam lagi.
4. VF (Very Fine)
Walaupun uang kertas ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan transaksi namun kondisinya masih tetap baik, kaku, tanpa sobekan apapun. Wajar apabila sedikit kotor, noda dan beberapa lipatan.
5. F (Fine)
Uang yang masuk kategori F tidak begitu kaku, ada beberapa lipatan, sedikit kotor, sedikit sobekan di bagian tepi non gambar tetapi dari segi warna masih baik.
6. VG (Very Good)
Pada uang kertas VG ada noda bekas karat, ada sobekan dari pinggir sampai kena ke gambar, ada lubang, ada lipatan, kertasnya layu tidak kaku lagi, sudutnya tumpul tidak tajam, namun uangnya masih utuh tidak ada bagian yang hilang.
7. G (Good)
Secara fisik uang ini warnanya telah pudar, ada bekas lipatan, ada lubang, ada sobekan di pinggir, ada bagian yang sobek dan hilang, bekas noda karat, corat-coret, dan lain sebagainya akibat pemakaian yang cukup sering.
8. Fair
Kertas uang terlihat layu sekali dan cukup kotor karena telah digunakan berkali-kali. Pada uang kertas grade F bisa dibilang uangnya telah rusak karena pada kategori ini uang bisa sober besar dan ada bagian yang hilang.
9. P (Poor)
Uang yang masuk ke dalam kategori poor ini sudah rusak berat di mana ada sobekan, bagian yang hilang, lubang besar, bekas noda karat, bekas tambalan, coretan, bekas potongan di tepi untuk menutup bagian yang rusak.


Untuk Koin Kuno
1. Mint State (Unc)
2. Almost Uncirculated (AU)
3. Extremely Fine (XF or EF)
4. Very Fine (VF)
5. Fine (F)
6. Very Good (VG)
7. Good (G)
8. Almost Good (AG)
9. Fair (Fair)

2. Kelangkaan:

Tingkat kelangkaan koin adalah jumlah yang dicetak atau ditemukan:

1. Very Common. Jumlah dari koin yang dicetak sampai ke 1.000.000 keping
2. Common. Dari 1.000.000 keping ke 100.000 keping
3. Scarce. Dari 100.000 keping ke 10.000 keping
4. Very Scarce. Dari 10.000 keping ke 1.000 keping
5. Rare. Dari 1.000 keping ke 100 keping
6. Very Rare. Dari 100 keping ke 10 keping
7. Extremely Rare. Dari 10 keping ke 1 keping.

3. Variasi uang:

  • Nomer seri yang beda
  • Salah cetak
  • Cetakan tambahan
  • Specimen

4. Cetakan Khusus:

  • Edisi khusus

Jadi, sebenarnya nilai uang kuno, baik logam maupun kertas tergantung banyak hal . Pedoman untuk menilai suatu uang pertama kali adalah dengan memperhatikan keaslian, lalu kualitas dan lihat Katalog (ada yang online). Jangan terburu buru membeli atau menjual dengan harga yang tidak wajar. Semua ini membutuhkan pelajaran dan pengalaman, sebaiknya bertanyalah kepada yang lebih tahu, atau mencari info di internet dengan memasukkan data yang tertulis di uang tersebut di Google, misalkan : Nederlansch East Indie 2 1/2 cent tahun 1908.


Sabtu, 24 Oktober 2009

Java Cash China COIN

China coin found in Java, Indonesia

In ancient, Merchants from China, Vietnam, Japan and Ryukyu

islands use huge junks to bring in cash coins in exchange of spices and rice

with Javanese people. Until nowadays there are so many coin found

in Java, especially East Java, usually the name of the coin is GOBOG.

This is a recent news that inform the founding of the

JAVA CASH CHINA COIN or GOBOG

A farmer in the village of Balong Gebang, Sub Gondang, District Nganjuk 1749 coins found in China. Thousands of coins buried in farmland were allegedly dating from 1700 AD.

The discovery of thousands of gold coins by Manirin (50), onion farmers are directly sensational local villagers. These coins suddenly sticking to the ground when the tip into the ground Manirin hoe. Uniquely, he himself had not noticed the existence of the coins stuck hoe.

"When the soil for planting onions, suddenly there was broken jars in the ground. Just beside there are so many pieces of dark metal," said Manirin.
Manirin himself had kept the discovery of these coins. With the help of his son, he kept the coins are up to 10 days. Yet somehow he suddenly decided to tell the discovery to the village and the local police yesterday. At that time it was news that historic discovery widely circulated to the Department of Tourism and Culture Nganjuk District.

Based on staff observations, the coin is bigger than Rp500 metal coins. In the center was a rectangular hole with China case 4 pieces of yellow around her. Yellow color on the edge of the coin and the letter is what makes people think of gold content in the metal. Moreover, according to some literature that coins contain valuable gold in it.
For identification of these coins it must be referred to David Hartill's Book, Cast Chinese Coins .

Minggu, 04 Oktober 2009

UANG KHUSUS PERAK TAHUN EMISI 1970










Special money series 25 Years of Independence of 1970 emissions of 5 nominal
  1. Rp 1000 illustrated BI General Sudirman made only 4250 pieces
  2. Rp 750 pictorial carvings Garuda Bali
  3. Rp 500 illustrated Srimpi Javanese dance
  4. Rp 250 250 illustrated Manjusri Temple Sculptures 5000 pieces
  5. Rp 200 Birds of Paradise


Uang khusus seri 25 Tahun Kemerdekaan RI tahun emisi 1970 terdiri atas 5 nominal
  1. Rp 1000 bergambar Jendral Sudirman dibuat BI hanya 4250 keping
  2. Rp 750 bergambar Ukiran Garuda Bali dibuat 4950 keping
  3. Rp 500 bergambar Tari Srimpi Jawa dibuat 4800 keping
  4. Rp 250 bergambar Patung Manjusri Candi Tumpang Malang dibuat 5000 keping
  5. Rp 200 bergambar Burung Cendrawasih dibuat 5100 keping
Koleksiku 10 koin yang merupakan 2 set, meskipun tidak dalam bentuk set yang dikeluarkan Bank Indonesia. Koin tersebut didapat dari Ebay dan Java Auction.

Sabtu, 30 Mei 2009

MO Ha Ha! The Sound Of Laughing

MO

Ha Ha! The Sound Of Laughing

Personil MO [1981-1985]

Tracklist
A1A D S R (2:20)
A2Cheese (2:38)
A3Breakfast (3:25)
A4White Prince (3:34)
A5Human Race Put On Display (3:29)
A6Madman (2:20)
B1Old Friend (4:05)
B2Try Me (3:08)
B3Sound Of Laughing (2:17)
B4Jovial Scene (3:22)
B5Nicky Knits (2:51)
B6Stress (2:57)

Download link

Sabtu, 14 Maret 2009

Tom Atkinson's Collection



I got my collections from Ebay auction for several times. One day I won an auction of 3 pieces of money from United Kingdom denominated Rp 5,- (1957-UNC,1959-UNC and 1960-EF). He said that the money were Tom Atkinson's Collection.Who is Tom Atkinson? Thomas Wilfred Atkinson or Tom Atkinson first encountered Indonesia in 1945-56 as a British soldier (RAF), during which time he was co-editor of an underground newsletter supportive of the nascent Republic of Indonesia. After the withdrawal of the British armed forces from Indonesia, he became European representative of the Republic's agency, Antara, and later worked in Indonesia's London Embassy.From 1952 to 1962, he returned to Indonesia, where he served in the Republic's Ministry of Foreign Affairs. There, amongst other duties, he helped write speeches in English and together with his wife, Rene, served as Sukarno's speechwriter; one of his speeches, delivered to the UN general assembly, got a standing ovation. He was Managing Director of Luath Press in Scotland. He passed away on June 26 2007. If you want to know about Tom Atkinson, guardian wrote his obituary.